
Pernyataan bangkrut dari Lehman Brothers Holdings Inc ke Pengadilan Kepailitan di Manhattan, AS, memicu sentimen negatif terhadap bursa saham global, termasuk di Indonesia.
Lehman Brothers menyatakan bangkrut setelah Barclays Plc dan Bank of America Corp hengkang sebagai calon pembeli potensial bank investasi terbesar keempat di Amerika Serikat itu.
Barclays mundur karena beranggapan tidak memperoleh jaminan dari Pemerintah AS atau perusahaan pembiayaan lain untuk melindungi potensi kerugian dari aset Lehman. Pemerintah AS menolak menalangi kerugian bank investasi itu.
Tiga jam setelah Barclays mundur, Bank of America juga ikut mundur. Perbankan dan pialang mulai melakukan konsolidasi perdagangan begitu mendengar rencana Lehman mengajukan kepailitan. Lehman runtuh dengan jumlah utang tercatat lebih dari US$613 miliar.
Mundur dari Lehman, Bank of Amerika Corp menolong Merrill Lynch and Co, perusahaan broker terbesar di dunia, senilai US$50 miliar.
"Dalam jangka pendek, kondisi ini patut disesalkan oleh para kreditor, investor, dan pasar keuangan," ujar Martin J. Bienenstock, pengacara khusus masalah kepailitan di New York, yang akan mewakili beberapa kreditor Lehman, seperti dikutip Bloomberg kemarin.
Tidak hanya itu. Nasib bisnis Lehman yang di ambang kebangkrutan itu juga membuat portofolionya, yang berupa kredit dan ekuitas di sejumlah perusahaan di Indonesia, juga terancam dibekukan hingga menunggu keputusan pengadilan dan terbentuknya tim likuidasi.
"Apa yang dialami Lehman [pernyataan pailit] pernah dialami perusahaan lain di Indonesia. Sampai ada tim likuidasi, portofolio, dan aset bank investasi itu akan dibekukan, tentu setelah diinventarisasi terlebih dahulu," tutur Marciano Herman, Head of Investment Banking PT Danareksa Sekuritas, kemarin.
Namun, lanjutnya, portofolio itu harus dilihat lebih dahulu apakah masih dimiliki oleh Grup Lehman.
"Bisa saja namanya yang muncul masih Lehman, tetapi kredit atau sahamnya dijual kepada pihak lain. Kalau setelah dicek ternyata milik Lehman, saat ini kondisinya bisa dibekukan," kata Marciano.
Menurut dia, Grup Lehman Brothers dalam dua hingga tiga tahun ini aktif lagi berinvestasi di Indonesia. Namun, kondisinya saat ini masih kalah dibandingkan dengan sebelum krisis 1998, di mana Grup Lehman sangat aktif dalam pemberian kredit hingga membeli aset properti yang dilelang oleh Badan Penyehatan Perbankan Indonesia.
Seorang bankir investasi Lehman mengatakan sejauh ini belum ada pemberitahuan mengenai portofolio di Indonesia, meski perusahaan ini diambang kebangkrutan.
Lehman Brothers menyatakan bangkrut setelah Barclays Plc dan Bank of America Corp hengkang sebagai calon pembeli potensial bank investasi terbesar keempat di Amerika Serikat itu.
Barclays mundur karena beranggapan tidak memperoleh jaminan dari Pemerintah AS atau perusahaan pembiayaan lain untuk melindungi potensi kerugian dari aset Lehman. Pemerintah AS menolak menalangi kerugian bank investasi itu.
Tiga jam setelah Barclays mundur, Bank of America juga ikut mundur. Perbankan dan pialang mulai melakukan konsolidasi perdagangan begitu mendengar rencana Lehman mengajukan kepailitan. Lehman runtuh dengan jumlah utang tercatat lebih dari US$613 miliar.
Mundur dari Lehman, Bank of Amerika Corp menolong Merrill Lynch and Co, perusahaan broker terbesar di dunia, senilai US$50 miliar.
"Dalam jangka pendek, kondisi ini patut disesalkan oleh para kreditor, investor, dan pasar keuangan," ujar Martin J. Bienenstock, pengacara khusus masalah kepailitan di New York, yang akan mewakili beberapa kreditor Lehman, seperti dikutip Bloomberg kemarin.
Tidak hanya itu. Nasib bisnis Lehman yang di ambang kebangkrutan itu juga membuat portofolionya, yang berupa kredit dan ekuitas di sejumlah perusahaan di Indonesia, juga terancam dibekukan hingga menunggu keputusan pengadilan dan terbentuknya tim likuidasi.
"Apa yang dialami Lehman [pernyataan pailit] pernah dialami perusahaan lain di Indonesia. Sampai ada tim likuidasi, portofolio, dan aset bank investasi itu akan dibekukan, tentu setelah diinventarisasi terlebih dahulu," tutur Marciano Herman, Head of Investment Banking PT Danareksa Sekuritas, kemarin.
Namun, lanjutnya, portofolio itu harus dilihat lebih dahulu apakah masih dimiliki oleh Grup Lehman.
"Bisa saja namanya yang muncul masih Lehman, tetapi kredit atau sahamnya dijual kepada pihak lain. Kalau setelah dicek ternyata milik Lehman, saat ini kondisinya bisa dibekukan," kata Marciano.
Menurut dia, Grup Lehman Brothers dalam dua hingga tiga tahun ini aktif lagi berinvestasi di Indonesia. Namun, kondisinya saat ini masih kalah dibandingkan dengan sebelum krisis 1998, di mana Grup Lehman sangat aktif dalam pemberian kredit hingga membeli aset properti yang dilelang oleh Badan Penyehatan Perbankan Indonesia.
Seorang bankir investasi Lehman mengatakan sejauh ini belum ada pemberitahuan mengenai portofolio di Indonesia, meski perusahaan ini diambang kebangkrutan.
Kemarin Indeks Straits Times Singapura turun 3,35% Taiwan anjlok 4,09%, Malaysia melemah 1,2%, dan Filipina terjungkal 4,2%. Bursa saham di Hong Kong, Jepang, dan Korea Selatan lolos dari koreksi global, karena libur nasional.
Di Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali longsor 84,81 poin (4,7%) ke posisi 1.719,25, kembali ke posisi akhir 2006. Namun, pemodal asing kemarin justru mencetak beli bersih (net buying) Rp84,495 miliar.
Di Indonesia, indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali longsor 84,81 poin (4,7%) ke posisi 1.719,25, kembali ke posisi akhir 2006. Namun, pemodal asing kemarin justru mencetak beli bersih (net buying) Rp84,495 miliar.
Sumber: Bisnis.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar